Snapchat Marketing: Menggunakan Snapchat untuk Berbisnis, Apa Perlu? Seberapa Penting? Serta Aplikasi Semacamnya

Saya yakin sebagian besar dari Anda pasti sudah pernah dengar apa itu Snapchat, meski mungkin gak pernah install di Android atau iOS.

Snapchat sendiri sudah dirilis sejak tahun 2011, dan semakin booming di Indonesia semenjak kehadiran filter-filter yang unik.

snapchat untuk berbisnis
Sumber The Verge

 

Apa kesan Anda pribadi dengan aplikasi satu ini?

Muda? Seru? Lucu? Alay? Narsis?

Dulu, saya secara pribadi sebenarnya kurang suka dengan Snapchat, buat apa sih kegiatan sehari-hari Anda difoto atau direkam, lalu disebar ke orang lain?

Sebegitu pentingkah keseharian Anda itu? Hahaha.

 

Balik lagi ke topik.

Tepat kalau ternyata kesan Anda juga sama seperti apa yang saya tulis sebelumnya.

 

Faktanya…

Aplikasi yang digunakan oleh kurang lebih dari 150 juta pengguna setiap harinya ini, Snapchat memiliki lebih dari 70% pengguna yang berusia 17-34 tahun.
top_20_millennial_apps_chart_reference

Jadi sederhananya, kalau Anda punya target pasar itu sebagian besar generasi Y, bahkan mungkin generasi Z, maka selamat datang di dunia Snapchat.

“Wah ternyata target pasar gua itu ngacak bro, apa masih perlu gua menggunakan Snapchat untuk berbisnis?”

Pertimbangan lainnya menggunakan Snapchat untuk berbisnis

Kalau Anda masih ragu ‘seberapa hebat sih’ Snapchat itu untuk berbisnis, di bagian ini saya akan memaparkan beberapa keunggulannya.

Tapi sebelumnya, ketahui fakta menarik ini yang mengatakan bahwa rata-rata pengguna menghabiskan waktu selama 25 – 30 menit dalam sehari hanya untuk bermain Snapchat.

Sedangkan menurut Digitaltrends bilang kalau pengguna Snapchat mampu menonton 10 miliar video hanya dalam waktu 1 hari.

Angka yang fantastis, kan?

Kalau mungkin Anda masih meragukan Snapchat yang saat ini ‘keliatannya’ masih sepi pengguna, dan sebagian besar penggunanya adalah bocah …

Bro, Anda kurang tepat, karena angka dan data gak bisa bohong.

Tanpa disadari, aplikasi ini sudah punya banyak pengguna setianya sendiri.

 

Jadi, apa yang bisa dilakukan Snapchat sehingga bisa se-menarik itu, khususnya untuk berbisnis?

#1. Live events

Seperti pada keunggulannya, Snapchat adalah aplikasi jejaring sosial yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi foto maupun video secara real-time.

Maka, Anda sebagai pengusaha bisa memanfaatkan fitur ini, seperti misalnya di saat bisnis Anda sedang merayakan ulang tahunnya, peluncuran produk baru, atau acara-acara seru lainnya.

ama-our-storySumber Techrunch

 

Poinnya adalah Anda mau memperlihatkan suasana yang sedang terjadi saat itu pada bisnis Anda, kepada pelanggan yang gak bisa melihat secara langsung.

Atau bisa juga memberikan ‘rasa penasaran’, agar meningkatkan ketertarikan pelanggan terhadap brand Anda sendiri.

mcd-new-products-snapchatSumber Greenmediabrand

 

#2. Promo dan kontes

Kalau di Instagram para penggunanya lebih cenderung untuk menikmati  konten-konten yang sudah ada dari orang lain, berbeda dengan Snapchat.

Pengguna Snapchat lebih cenderung menggunakan aplikasi ini untuk membuat dan mengunggah kontennya sendiri.

Maka, Anda bisa manfaatkan kesempatan ini untuk menarik UGC (user generated content) dengan lebih mudah.

 

Gimana caranya?

Adakan kontes yang menarik pelanggan untuk melakukan sesuatu dengan aplikasi Snapchat-nya.

Ini salah satu contoh Snapchat marketing dari TimeOut salah satu produknya Cadburry.

cadbury-snapchat-timeout

Intinya brand ini meminta para pelanggannya untuk foto produk TimeOut (via Snapchat) dan hias semenarik mungkin.

Dan yang terbaik akan mendapatkan hadiah sebesar $10,000.

Hasilnya?

cadburry-winner-competition
Sumber Cadbury

 

Ada lagi dari brand Grubhub yang mengajak audiens Snapchatnya untuk berkreasi membuat doodle dengan gambar makanan.

grubhub-snapchat

Hal ini gak hanya meningkatkan customer loyality, tapi juga menarik UGC yang nantinya bisa dipakai untuk menarik cold traffic atau meningkatkan loyalitas pelanggan lainnya.

 

Selain kontes, kita juga bisa memberikan promosi seperti kode voucher atau kupon (hanya) lewat Snapchat.

snapchat untuk berbisnis

Loh kok hanya lewat Snapchat? Privasi dong jadinya?

Yap, dengan memberikan scarcity (kelangkaan) terhadap suatu diskon atau potongan harga, akan meningkatkan FOMO (Fear of Missing Out) pelanggan.

Sederhananya, Anda mau bikin pelanggan agar terus ‘kepo’ dengan story Snapchat dari brand Anda.

 

#3. Memperlihatkan behind the scene

Seperti yang saya bahas pada artikel sebelumnya.

Memperlihatkan siapa orang dibalik bisnis Anda adalah salah satu cara yang cukup ampuh dalam membangun kepercayaan pelanggan lewat internet.

Dengan memperlihatkan bagaimana proses pembuatan produk Anda…

Siapa yang membuatnya…

Atau suasana sehari-hari bisnis Anda, semua itu akan meyakinkan kepada pelanggan bahwa bisnis Anda adalah bisnis yang transparan dan bersahabat.

Nah, kebetulan aplikasi Snapchat dapat mempermudah Anda dalam melakukan hal-hal kaya gini, bro.

goldrush-behind-the-scene
Sumber Twitter

Sekali lagi, Anda mau membangun hubungan yang erat dengan para pelanggan, dan ini adalah salah satu caranya.

 

Aplikasi pesaing

Saat artikel ini pertama kali dipublish, kesuksesan Snapchat semakin terlihat, yang mana membuat Instagram memunculkan fitur sebanding dengan Snapchat.

Fitur baru dari Instagram ini dinamakan Instagram Stories.

Jadi, bedanya apa Snapchat dengan Instagram Stories?

Saat tulisan ini saya buat, beberapa perbedaannya antara lain:

#1. Dengan Instagram Stories, gak ada pemberitahuan notifikasi ketika ada orang yang screen shot stories kita. Berbeda dengan Snapchat yang agak lebih sensitif terhadap screen shot.

#2. Snapchat punya filter-filter unik yang dinamakan Snapchat Lense. Serta fitur GeoFilter yang khas Snapchat.

snapchat-geofilter-examples

#3. Snapchat lebih cenderung menjaga privasi penggunanya. Sedangkan dalam Instagram Stories, setiap followers akun Anda bisa melihat setiap stories yang kita upload.

#4. Ada beberapa fitur tambahan dalam merekam video dengan Snapchat, seperti slow-motion, fast-motion, atau reverse-motion snaps.

 

Selain itu Facebook, bahkan Whatsapp sekalipun juga gak mau kalah loh, bro.

Baru-baru ini Facebook lagi uji coba aplikasi pesaing Snapchat yang dinamakan Messenger Day.

messenger-day-1

messenger-day-2

Dan keliatannya, Messenger Day punya fitur yang lebih lengkap dibanding Snapchat dan Instagram Stories.

 

Kesimpulannya ….

Jadi, antara Snapchat, Instagram Stories, Messenger Day, atau aplikasi lainnya yang sejenis, mana yang harus digunakan dalam berbisnis?

Saat artikel ini diedit ulang (September 2017), sinar Snapchat semakin meredup karena tergantikan oleh Instagram Stories.

Banyak faktor-faktor yang membuat orang meninggalkan Snapchat.

Tapi tunggu dulu.

Sebelum Anda menentukan mau menggunakan Snapchat atau aplikasi sejenisnya, pastikan dulu target market Anda menggunakan aplikasi yang mana.

Snapchat atau Instagram?


 

GABUNG-BRO+

4 Comments
  • Fernando
    Posted at 13:56h, 18 November Reply

    Artikel ini sangat bermanfaat bgt bro. Gw mau tny nih gw kan sudah ada bisnis nah waktu yg tepat buat gw pake snapchat kapan ya bro?

    • Rheza
      Posted at 20:19h, 19 November Reply

      Pake Snapchat kalau channel sosmed lu saat ini udah maksimal bro.

  • Satria Kusmanto
    Posted at 10:35h, 18 January Reply

    IMHO, penggunaan Snapchat untuk bisnis di Indonesia masih kurang peluangnya. Karena kita lihat sehari2 aja. temen2 gue jarang yg pake Snapchat.

    CMIIW

    • Rheza
      Posted at 14:33h, 21 January Reply

      Yap betul bro Satria. Pengguna Snapchat di Indonesia masih tergolong sangat terbata jumlahnya.

Post A Comment