13 Kesalahan FATAL Entrepreneur Muda dalam Memulai Bisnis Online (+BONUS)

Banyak yang bilang kalau pengalaman itu adalah pelajaran yang paling berharga.

Gak sedikit juga yang bilang kalau kita bisa menjadi lebih baik dengan belajar dari kesalahan yang kita hadapi.

Ah saya sih setuju banget bro.

Maka pada pembahasan ini saya mau berbicara tentang kesalahan yang biasanya dihadapi oleh kaum muda dalam memulai bisnis online.

Membuat kesalahan itu wajar banget.

Tapi, kenapa harus melakukan kesalahan dulu kalau kita bisa menghindarinya dan tetap menjadi lebih baik?

 

Sebelumnya ijinkan saya sharing sedikit.

Saya pernah punya bisnis online di bidang fashion laki-laki.

Saya mulai bisnis ini benar-benar dari 0 yang cuma modal internet, handphone dan rekening bank.

Singkat cerita, selama 2 tahun lebih bisnis ini terus meningkat pertumbuhannya.

Memberikan ‘tambahan’ buat jajan dan perputaran modal, bahkan bisa dibilang… sangat memberikan.

Tapi sayangnya, di saat bisnis tersebut semakin berpeluang bagus untuk terus berkembang, semangat saya malah turun drastis karena saya mulai merasa bosan.

Jadi bisnis itu saya tinggalkan gitu aja, tiap ada orderan saya bales seadanya, bahkan saya cuekin.

Kesimpulan dari cerita sedih ini adalah saya membuang semua peluang emas bisnis itu.

Karena saya melakukan beberapa dari 13 kesalahan fatal yang akan saya share disini, yakni menjadi solo fighter terlalu lama dan berhenti terlalu cepat.

 

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini maka:

  • Kita bisa menghabiskan waktu dan tenaga dengan lebih baik untuk membangun bisnis online daripada melakukan kesalahan.
  • Gak perlu bersedih karena menerima kegagalan akibat kesalahan ini.
  • Mendapatkan peluang baru untuk melakukan sesuatu yang beda dan lebih baik.

 

Sangat saya rekomendasikan artikel ini, khususnya bagi Anda yang baru mau mulai bisnis online, atau yang bisnisnya baru berjalan.

 

#1. Mulai dengan pemikiran yang sangat salah

Pernahkah di pikiran Anda terbesit kalau bisnis online itu mendatangkan kesuksesan dalam semalam?

Mudah-mudahan pemikiran itu sekarang sudah hanyut ditelan bumi, karena itu gak akan terjadi.

Pada prinsipnya bisnis online itu adalah BISNIS yang berbasis online.

Inget bro, yang namanya membangun sebuah bisnis itu penuh perjuangan serta pengorbanan. 

Mungkin keliatannya para pengusaha yang sudah sukses itu hartanya berlimpah, hidupnya penuh kebahagiaan, banyak waktu buat bersantai ria.

Tapi dibalik semua itu…

Apakah Anda tau seberapa besar perjuangan mereka untuk mencapai kesuksesan tersebut?

Gak ada yang mudah dan gak ada yang cepat.

Kita harus siap mengorbankan banyak waktu dan tenaga untuk mendirikan bisnis online yang sukses.

Banyak-banyaklah menimba ilmu dan sharing cerita dengan para pengusaha yang ada disekitar kita, biar tau kenyataan sebenarnya kaya gimana.

Pemikiran yang salah dalam berbisnis

 

#2. Gak punya perencanaan yang ideal

Untuk memulai bisnis yang sukses pasti butuh yang namanya perencanaan, setuju?

Bahkan untuk yang bisnis skala besar dan profesional, yang butuh investasi dana puluhan juta-milyaran Rupiah itu butuh yang namanya business plan puluhan lembar.

Segalanya harus serba detail, para investor gak bakal sembarangan investasiin dananya untuk bisnis yang gak punya perencanaan dengan jelas.

Tapi ingat, itu untuk skala besar dan profesional.

Sedangkan untuk para pengusaha muda yang baru mau berbisnis online, gak perlu bikin perencanaan yang sangat mendetail.

Jangan sampai waktu kita tersita banyak karena bikin perencanaan yang terlalu detail.

Semua yang kita butuhkan untuk perencanaan di awal adalah pondasi yang kuat:

  • Apa yang mau kita jual
  • Siapa yang mau beli produk/jasa kita
  • Kenapa orang itu harus beli produk kita
  • Perencanaan keuangan sampai produk kita benar-benar mendatangkan keuntungan

Jangan merencanakan terlalu banyak, jangan juga terlalu sedikit.

Fokus membangun pondasi yang kuat!

Rencana itu cuma berlaku buat mereka yang belajar manajemen. Dari A, B, C, D, sampai Z. Padahal dalam bisnis tidak ada yang seperti itu, bisnis tidak mungkin lurus dan runut saja. Tapi sayangnya di sekolah kita sudah terlalu sering diajarkan bikin rencana. Padahal rencana itu racun, bencana!
- Bob Sadino

#3. Prinsip solo fighter yang gak butuh bantuan orang lain

Eitss tunggu dulu bro, bukan berarti kita gak boleh jadi solo fighter.

Maksudnya adalah kita boleh berjuang membangun brand kita sendiri, tapi bukan berarti karena ini bisnis kita, maka kita yang harus melakukan semuanya sendiri.

Yah okelah saya sangat percaya Anda mampu melakukan semuanya sendiri.

Mulai dari desain, pemilihan nama brand, social media management, keuanganan, pemasaran, promosi, strategi, analisis, melayani customer, kirim barang dan sebagainya.

Tapi seiring berkembangnya waktu, kemampuan & keahlian kita gak mungkin bisa maksimal secara merata.

Waktu kita gak akan cukup 24 jam sehari dan tekanan hidup pun dijamin besar karena banyak yang harus dilakukan serba sendiri.

 

“Solusinya gimana bro, sedangkan saya baru mulai bisnis nih, mana bisa hire orang?”

Mulailah ajak teman-teman pengusaha yang punya keahlian untuk jalin kerja sama dengan bisnis kita.

Jadikan mereka sebagai kerabat kerja dengan komitmen profesional dalam tanggung jawab.

Atau kita boleh serba sendiri di awal, tapi ketika bisnis kita sudah mulai stabil dan terasa semakin berat karena terus berkembang, carilah karyawan sesuai kebutuhan masing-masing.

Jadi pada akhirnya kita sebagai pemilik bisnis bisa lebih fokus dengan strategi pengembangan bisnis.

Pentingnya kerjasama dalam bisnis

 

#4. Membuat produk/jasa yang gak ada orang peduli

“Tapi kan bisnis gua itu inovasi bro belum pernah ada di dunia?”

Kalau kita liat toko inovasi yang suka ada di iklan dan mall-mall itu, mereka bisa berkembang karena produknya gak cuma sekedar inovasi.

Tapi juga dapat menyelesaikan masalah para pelanggan atau membantu hidupnya menjadi lebih baik.

Misalnya muncul produk inovasi yang bisa memberikan kesehatan cuma dalam hitungan menit.

Masalah awalnya jelas, banyak orang-orang sibuk dan gak sempet berolahraga.

Saya tulis ini juga di panduan ini tentang Sosial Media Marketing:

Audiens gak peduli dengan Anda, dengan bisnis Anda, atau produk yang Anda jual... Mereka cuma peduli dengan diri mereka sendiri, apa yang mereka mau, apa yang mereka butuhkan, apa yang memberikan keuntungan buat mereka.

Berdasarkan Forbes.com, alasan pertama banyak startup yang gagal adalah karena memecahkan masalah yang gak penting.

Kalau produk kita merupakan suatu inovasi dan memberikan solusi dari suatu masalah penting, kita gak perlu advertising bro, orang-orang yang akan berdatangan.

Tau kan yang jaman dulu ada anak kecil dan batu ajaibnya yang suka dicelupin ke air?

Dia bisa setenar itu karena dia dipercaya masyarakat bisa menyelesaikan permasalahan mereka.

Alasan seseorang membeli suatu produk atau jasa adalah antara seseorang itu memang lagi membutuhkan, atau dia mau meningkatkan kualitas hidupnya.

 

#5. Gak ada daya saing yang cukup, gak cukup diferensiasi bisnis

Ternyata dengan kita bisa membuat produk yang sesuai dengan point nomor 4, itu gak cukup bro.

Audiens punya beragam macam pilihan untuk membeli sesuatu.

Misalnya kaya produk apa yang mau dia gunakan, di mana dia membeli, brand apa yang dia pilih, dan masih banyak faktor lainnya.

Untuk bisa memenangkan persaingan ini, maka salah satu caranya adalah dengan memberikan alasan kenapa orang-orang harus pilih brand kita dibandingkan kompetitor.

 

Perlu diingat…

Khususnya buat yang bergerak di pasar yang sesak kompetitor (makanan, fashion, dll):

Semakin tinggi daya saing yang kita punya, maka semakin besar juga peluang untuk bertahan, bahkan memenangkan kompetisi bisnis.

Sedikit tips dari saya tentang daya saing ini adalah dengan memiliki diferensiasi bisnis.

Artinya brand kita punya sesuatu yang berbeda dibandingkan kompetitor.

 

 

Memberikan yang terbaik itu gak cukup, kita harus mampu memberikan sesuatu yang berbeda, berikan kesan, sehingga audiens terus ingat dengan brand kita.

Diferensiasi dalam bisnis online

#6. Masuk ke pasar yang terlalu kecil dan sempit

Pertumbuhan bisnis akan jauh lebih cepat ketika kita punya pangsa pasar 1 kampus yang berjumlah 5000 orang, dibanding 1 kelas yang cuma berjumlah 50 orang.

“Tapi kan itu targeted banget bro? Lagi pula kompetitornya sedikit, bahkan hampir gak ada?”

Fokus dan punya target spesifik itu bagus, tapi kalau pangsa pasarnya terlalu kecil maka pertumbuhan bisnis kita juga akan lama untuk berkembang.

Mungkin kompetitornya gak ada buat pangsa pasar 1 kelas itu, karena mereka sudah bergerak duluan di pangsa pasar 1 kampus.

Agar Anda lebih memahami tentang cara menentukan target market yang tepat, silahkan pelajari pada artikel berikut:

Masih Sering Disepelekan! Inilah 5 Alasan Penting Kenapa Anda Harus Menentukan Target Market Bisnis Sekarang Juga

Resiko dalam bisnis online

#7. Mengabaikan uji produk

“Oke bro, inovasi udah, terus bisa menyelesaikan masalah penting masyarakat, berarti bisnis gua udah bener dong?”

Iya bener kalau Anda gak lupa untuk menguji produk atau jasa yang akan dipasarkan.

Sebelum kita mulai produksi dalam jumlah banyak dan berjualan, uji produk adalah hal yang gak boleh dilewatin.

Carilah orang-orang di sekitar kita, terus tanya apakah produk kita sudah layak digunakan masyarakat atau belum.

Kalau jawabannya belum layak, bahkan mereka gak akan gunakan produk kita meski dikasih gratis, silahkan diperbaiki elemen yang gak layak tersebut.

 

“Terus gimana caranya buat semakin meningkatkan kualitas produk gua?”

Dengerin setiap pendapat dari mereka, cari tau kenapa orang gak mau beli produk tersebut, tanya kenapa mereka gak puas dengan produk yang ditawarkan.

Dengarkan customer dalam bisnis

#8. Kelamaan nunggu untuk bisa berjualan

Ketika kita sudah punya persiapan produk yang cukup, maka sebenarnya brand kita sudah siap buat berkenalan dengan audience, melakukan penawaran dan penjualan.

Perlu diperhatikan bro…

Persiapan cukup yang dimaksud adalah produk kita sudah layak untuk digunakan masyarakat (poin nomor 6), bukan berarti harus sempurna.

Apa sih yang membuat Anda harus menunggu lama biar bisa berjualan?

Gak punya cukup waktu buat ngurus semuanya?

Takut gak ada yang minat? Takut yang sudah beli nanti merasa kecewa?

Atau yang paling umum itu … takut bisninya gagal?

Wah itu fatal bro, namanya jadi pengusaha atau entrepreneur itu harus berhadapan dengan resiko besar.

Justru kalau kita mampu bergerak cepat untuk berjualan, maka semakin cepat pula datangnya perbaikan buat bisnis tersebut.

bertindak dalam bisnis

#9. Mengabaikan tujuan jangka pendek

Bedain bro, tujuan jangka pendek di tahap yang berbeda, dengan tujuan keseluruhan perusahaan atau visi.

Misalnya, ketika kita baru mau meluncurkan produk, maka tujuan jangka pendek pada tahap ini adalah membuat produk habis terjual dalam waktu 1 minggu pertama.

Tujuan jangka pendek ini jadi acuan agar lebih terukur dalam meraih visi perusahaan.

Setiap tujuan jangka pendek yang kita capai, maka kita bergerak maju ke tingkat selanjutnya.

Tujuan dalam bisnis online

#10. Gak belajar dari kompetitor

Apapun jenis bisnisnya, dengan mempelajari kompetitor atau pesaing kita adalah cara yang tepat buat membangun bisnis menjadi lebih baik lagi.

Poinnya adalah selalu analisa dan belajar dari kompetitor.

Bukan berarti kita harus ngikutin semua apa yang dilakukan oleh kompetitor.

Kalau apa-apa serba ngikutin, yang ada kita selalu berada 1 langkah di belakangnya.

Yang harus dipelajari adalah kesalahan yang mereka buat.

Strategi apa yang mereka gunakan.

Lalu buat strategi untuk memposisikan produk kita di pangsa pasar agar layak bersaing.

Selagi belajar dari kompetitor kita, jangan fokus terlalu tinggi dengan kompetisi, tapi fokus yang utama tetap ke bisnis kita sendiri. 

Fokus pada bisnis

#11. Gak menyimpan data pelanggan

Sampai artikel ini dipublish, saya yakin masih banyak pengusaha muda yang meremehkan penyimpanan data pelanggan yang sudah melakukan transaksi dengan mereka.

Atau mungkin Anda juga begitu bro?

Tau gak bro?

Dengan menyimpan data pelanggan, kita bisa meraih banyak banget manfaat!

Misalnya seperti meningkatkan loyalitas pelanggan. Mau kan dapat pelanggan setia yang rutin transaksi dengan kita setiap waktu?

Kita bisa tingkatkan loyalitas ini dengan cara menyimpan dan memanfaatkan data pelanggan.

Atau yang keuntungan yang lain, kita bisa menyampaikan penawaran dengan mudah.

Pada intinya, dengan menyimpan data pelanggan, kita semakin paham pula kebutuhan pelanggan yang sebenarnya.

 

Pentingnya database dalam bisnis online

#12. Berusaha menjadi sempurna

Kesalahan ini sangat fatal kalau kita menerapkannya dalam memulai bisnis online.

Kita gak mau ada kesalahan sedikitpun? Realistis aja bro, nobody’s perfect.

Saya ambil contoh dari bplans.com, bahkan pengusaha sebesar Bill Gates pun pernah melakukan kesalahan fatal.

Apalagi buat yang baru mau memulai bisnisnya, sudah pasti yang namanya salah dan gagal itu jadi makanan sehari-hari.

Sedangkan perusahaan besar mampu terlihat sempurna karena pengalaman dan strategi mereka untuk meminimalisir kesalahan.

sukses dalam berbisnis online

#13. Berhenti terlalu cepat

Di saat yang lainnya lagi berjuang mati-matian untuk menghadapi rintangan dalam bisnis, banyak juga entrepreneur yang nyerah duluan ketika berhadapan sama jalan yang gak sesuai dengan harapan.

Mungkin alasan yang paling simpel itu karena takut kalau dilanjutkan, malah membawa kerugian yang semakin besar.

Atau seperti pengalaman saya yaitu karena sudah merasa bosan, lalu dengan mudahnya memutuskan berhenti?

Atau karena banyaknya pelanggan yang sudah berhenti berlangganan sama kita?

Atau jutaan alasan lainnya?

Semua yang sudah dilakukan buat membangun bisnis tiba-tiba ditinggalin gitu aja.

Padahal kalau mau kita liat lebih jauh, ternyata kita sudah berbuat segitu banyaknya.

Ujung-ujungnya ya kurang lebih penyesalan.

 

 

Kapan sebaiknya kita memutuskan untuk menghentikan bisnis yang nampak gagal?

 

Hal yang harus diperhatikan pertama kali adalah menganalisis perkembangan bisnis kita selama beberapa waktu ke belakang.

Bisnis belum bisa dikatakan gagal kalau kita masih menjalankan bisnis tersebut.

Liat 6-12 bulan ke depan, kalau ternyata selama waktu itu bisnis kita masih mendapatkan transaksi dari pelanggan, itu artinya bisnis kita belum berhasil.

Belum bisa disebut bisnis yang gagal.

Tapi perhatikan juga apakah dari transaksi yang perlahan itu bisa menutup pengeluaran bisnis kita?

Kalau ternyata dari waktu 6-12 bulan itu, meski kita mendapatkan income perlahan dari pelanggan, tapi ternyata gak mampu menutup pengeluaran…

Di sinilah sudah waktunya kita menghentikan bisnis tersebut.

 

Hidup sebagai entrepreneur

(+) Terlalu sibuk memulai bisnis sampai lupa dengan lingkungan sekitar, bahkan kesehatan diri sendiri

Well, poin ini sebenarnya cuma jadi bahan refleksi dari semua usaha kita memulai bisnis online.

Sederhana sih, tapi penting.

Saya gak mau panjang lebar bahas poin ini, biar jadi bahan refleksi Anda sendiri, apa tujuan Anda ingin menjadi seorang pengusaha.

 

Sekali lagi, kesalahan-kesalahan di atas cuma sebagai bahan pertimbangan dari apa yang harus kita hindari dalam memulai bisnis online.

Semuanya tergantung Anda sendiri sebagai entrepreneur muda, karena cepat atau lambat kesalahan yang baru akan muncul.

 

Perlu diingat: 

Jangan pernah takut untuk melakukan kesalahan, jangan sedih kalo menerima penolakan. Kesalahan adalah salah satu proses pembentukan, dan penolakan hanya akan menjadi masalah ketika muncul penyesalan.

 


 

 

GABUNG-BRO+

Protected by Copyscape

5 Comments
  • restu ikhsar
    Posted at 11:02h, 11 November Reply

    Basic bro, tapi memang ini yg diperlukan oleh pengusaha muda. Pengemasan dan penyampaianya juga menarik, thanks anyway. love it.

    • Rheza
      Posted at 12:23h, 11 November Reply

      Thank you!

  • Adisa Putra
    Posted at 15:16h, 15 December Reply

    thanks… bermanfaat banget bro, ini bisa jadi pedoman untuk memulai bisnis online gw…
    keep it up!

  • ayuk
    Posted at 20:13h, 04 February Reply

    kece deh isinya. makasih banyak

  • Willy
    Posted at 14:21h, 15 February Reply

    Berapa lama om Bro bikin artikel se-lengkap dan seenak ini untuk dibaca ?
    Asli enak banget bacanya, natural banget.

    btw, ane dageng koorma bro 🙂
    http://www.abkoorma.com/

Post A Comment