PERINGATAN! 10 Gejala Pertanda Anda Belum Siap Jadi Seorang Entrepreneur.

(segala perasaan tersinggung, bete, hingga sakit hati akibat membaca tulisan ini, sepenuhnya ditanggung oleh pembaca)

Indonesia = kreatif!

Akhir-akhir ini, saya liat semakin banyak masyarakat yang sudah melek untuk berwirausaha atau menjadi entrepreneur.

Salah satu yang cukup nge-hits adalah maraknya para pengemudi ojek online yang bekerja untuk dirinya sendiri, hanya saja sistemnya menggunakan pihak lain.

Mereka tau kapan harus cari penumpang, kapan harus istirahat, tanpa adanya ‘paksaan’ dari atasan.

Begitu juga dengan kampus-kampus akademis yang mulai getol mengeluarkan mata kuliah berbasis bisnis dan kewirausahaan.

Hasilnya?

Banyak generasi muda yang sudah mampu untuk mendirikan usaha kecil-kecilannya sendiri.

Kafe-kafe gaul dan kekinian banyak bermunculan di pinggiran jalan.

Mulai dari berbisnis makanan unik, hingga ke level startup, semua peluang mulai dijamah oleh generasi muda saat ini.

Bahkan gak sedikit beberapa sekolahpun yang memiliki mata pelajaran wirausaha.

Jadi meskipun kenyataannya negara Indonesia sedang membutuhkan peningkatan terhadap jumlah pengusaha, tapi ternyata masyarakat saat ini ingin dan mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Wah, kalau semakin lama hal kaya gini semakin dijaga dan didukung oleh pemerintah, saya yakin Indonesia bisa menciptakan banyak banget pengusaha yang dahsyat dan sukses.

Toh, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang kreatif se-antera raya. Sip?

 

Fenomena ‘entrepreneur’

Nah, balik lagi kita ngomongin fenomena ‘entrepreneur’ yang semakin banyak digandrungi oleh beberapa kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Makin kesini makin banyak orang yang sudah melek dengan berwirausaha, bahkan menjadikannya sebagai passion dalam hidup!

Mereka senang dan bangga jika disebut sebagai pengusaha (sukses).

Di saat yang lain senang-senang, justru mereka mampu menghabiskan waktunya untuk mengikuti seminar bisnis atau motivasi pengembangan diri.

Mereka teliti dan tekun untuk melihat segala jenis peluang.

Dan hebatnya lagi, kalangan ini lebih berani untuk segera action secepat mungkin!

Wow!

Senang sekali rasanya liat banyak generasi muda yang kaya gini.

 

Tapi sayangnya…

Yang namanya kaum muda itu biasanya:

  • Semangatnya cenderung menggebu-gebu.
  • Memiliki kebutuhan sosial ‘ingin dipandang dan diakui’ oleh orang di sekitarnya.

(betul, termasuk bagi kalangan muda yang sudah melek dengan dunia entrepreneur)

Karena 2 hal inilah hingga akhirnya banyak dari mereka yang terjebak dalam nafsu.

‘Mereka’, yang saya maksud itu ya termasuk saya dan Anda, bro. 😉

 

Sebelum saya menjelaskan apa maksudnya terjebak dalam nafsu, ijinkan saya bertanya terlebih dulu:

Apakah selama ini Anda telah memiliki keinginan untuk berbisnis…

Ingin menjadi seorang pengusaha…

Namun entah apa penyebabnya, sampai akhirnya keinginan tersebut cuma sekedar mimpi yang belum pernah terwujud hingga sampai ini?

 

Atau…

 

Saat ini Anda telah memiliki bisnis…

Tapi kok rasanya… bisnis ini susah berkembang dan maju ya?

Padahal Anda telah melakukan banyak hal…

Belajar sana sini dari segala sumber…

Segala strategi marketing dan sales sudah Anda terapkan…

Tapi ya… sampai detik ini, bisnis Anda tetep stagnan dan gitu-gitu aja?

 

Atau mungkin…

 

Semakin lama, Anda malah semakin terbebani menjalani kehidupan sebagai seorang pengusaha?

Yang dulunya bisa melayani 100 customer dalam sehari…

Tapi sekarang melayani 20 customer aja dalam sehari, rasanya kok berat banget ya?

 

Hayo jujur, pernah mengalami salah satu situasi tersebut gak, bro?

Apa?! Anda sedang mengalaminya sekarang juga?

Wah…

Jangan-jangan, Anda termasuk kaum muda yang terjebak dalam nafsu ingin menjadi seorang entrepreneur sejati?

Jadi, terjebak dalam nafsu yang saya maksud adalah…

“Ketika seseorang kebelet banget pengen menjadi pengusaha sukses, tapi tanpa tau apa itu arti pengusaha yang sebenarnya.”

Karena dorongan nafsu yang kuat ingin menjadi pengusaha keren dan sukses, sampai akhirnya lupa daratan kalau dirinya belum siap menghadapi kesulitan dibalik para pengusaha sukses.

Paham ya, bro? Hehehe.

So, ini dia 10 tanda kalau sebenarnya Anda belum siap menjadi seorang entrepreneur yang sejati.

 

#1. Gak tahan banting

Aturan pertama dalam hidup, juga dalam artikel ini…

Kesuksesan itu gak bisa diraih dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Kita liat banyak pengusaha atau entrepreneur yang suksesnya luar biasa saat ini, hidupnya serba mudah, apa yang mereka mau bisa dikabulkan saat itu juga.

Tapi ternyata kalau kita mau liat sejarahnya, kesuksesan yang mereka nikmati saat ini butuh pengorbanan waktu, tenaga, atau mungkin juga uang yang luar biasa besarnya.

Bahkan jalan mereka menuju kesuksesan tersebut ternyata penuh dengan halangan rintangan, semakin panjang membentang.

Nah, buat Anda yang sudah keburu terbawa nafsu ingin menjadi pengusaha yang sukses, tapi gak sanggup untuk menghadapi jutaan tantangan…

Coba… direvisi ulang lagi, bro.

Jadi pengusaha itu berat loh. Hehehe.

 

#2. Gampang putar haluan

Sesuaikan saja dengan trend

Katakanlah bulan Januari, Anda berhasil membuka bisnis kaos polos, karena saat itu Anda yakin kalau bisnis ini sangat berpeluang.

Siapapun pasti menggunakan kaos polos.

Dan ternyata benar.

3 bulan pertama Anda kebanjiran orderan kaos polos, bahkan sampai tenggelam.

Tapi ajaibnya di bulan ke 4, secara tiba-tiba yang minat menurun drastis.

Trend kaos polos berubah menjadi kaos tribal.

Nah, di sini Anda melihat peminat kaos polos sudah ambruk.

Dan sebaliknya, peminat kaos tribal malah meningkat saat itu juga.

Maka dengan mudahnya Anda berubah profesi menjadi penjual kaos tribal, karena yakin kalau bisnis kaos polos gak lagi menguntungkan.

Singkat cerita, trend kaos tribal berubah menjadi trend makanan burger warna pink.

Sekali lagi, karena Anda melihat adanya perputaran trend, maka dengan cepat Anda langsung mengubah haluan bisnis sesuai dengan trend saat itu.

Hai, bro…

Anda itu pengusaha apa trending topic Twitter? #SalahGaul 😆

Ada lagi nih yang berkaitan dengan poin sebelumnya.

Mungkin suatu saat bisnis Anda sedang menghadapi tantangan yang cukup berat.

Karena Anda merasa tantangan ini sulit untuk diselesaikan, tapi tetap ingin berwirausaha, maka Anda memutuskan (dengan mudahnya) untuk mencari bisnis lain yang lebih berpeluang manis.

Hmmm.

Selamat merenungkan kembali ya, bro…

Apakah berbisnis dan berwirausaha itu cocok dengan ‘cara main’ Anda yang seperti ini…?

Karena setau saya, entrepreneur yang sukses itu punya 1 kesamaan: konsisten!

 

#3. Mau cari uang secara cepat

BU=Butuh Uang

Yang BU… yang BU…

Mana lagi nih yang butuh uang?

Ada satu penyakit kronis yang sering melanda generasi muda… namanya penyakit kantong, alias bokek.

Untuk bisa keluar dari zona bokek ini, banyak dari mereka yang beralih untuk menjadi seorang pengusaha.

Dan hebatnya lagi, banyak pihak-pihak di luar sana yang menjanjikan bisnis yang bisa mendatangkan profit secara cepat.

Logikanya, kalau dengan berbisnis itu bisa mendatangkan ‘chuan’ yang banyak dalam waktu yang singkat, kenapa gak semua orang aja jadi pengusaha?

Startup itu cari rugi?

Saya pernah dengar salah seorang teman saya yang bekerja di bidang startup.

Ketika pertama kali teman saya apply posisi di startup tersebut, salah satu pendirinya bilang kaya gini…

“Kita di sini gak cari untung ya. Kita cari rugi. Jadi kalo lo mau cari duit, jangan kerja di sini.”

Karena terlalu sulitnya mendirikan sebuah startup, mereka berani untuk menghadapi rugi dulu selama berbulan-bulan.

Bahkan bertahun-tahun!

Begitu juga dengan bisnis yang lain.

Katakanlah Anda mau berbisnis pisang goreng di pinggir jalan.

Untuk itu Anda perlu mengeluarkan sekian banyak modal dulu agar bisnis ini bisa mendatangkan profit.

Mulai dari biaya untuk uji coba produk dan pasar, beli gerobak, sewa tempat, biaya produksi dan sebagainya.

Setelah itu, belum tentu target market Anda langsung tertarik untuk membelinya.

Anda perlu memutar otak, mencari strategi yang tepat, meluangkan banyak waktu dan tenaga.

Jadi, kalau anggapan Anda bahwa dengan berbisnis dan jadi pengusaha itu bisa mendatangkan keuntungan besar secara cepat…

Lalu Anda mau berbisnis apa hayo?

Hati-hati kalau ada yang menjanjikan bisnis dengan keuntungan yang cepat.

Bisa jadi itu ada money game, gak sustainable atau mungkin penipuan.

 

#4. Siap dengan segala resiko, tapi tanpa perhitungan

Cikal bakal “ACTION aja!”

Kita tau kalau seorang pengusaha itu harus siap untuk menghadapi segala resiko.

Banyak pengusaha sukses, termasuk Alm. Bob Sadino, yang bilang kalau mau berbisnis modal dengkul aja… Yang penting segera action!

Ya, betul.

Karena faktanya…

Lebih banyak orang yang terlalu takut untuk meninggalkan zona nyamannya agar beralih profesi menjadi pengusaha yang penuh dengan resiko.

Bilangnya mau jadi pengusaha, tapi karena terlalu takut hingga akhirnya kelamaan bikin rencana dan strategi.

Mulai mah engga.

Nah, ini adalah salah satu cikal bakal kenapa banyak pengusaha sukses yang menegaskan Anda harus segera action aja.

Jangan ditelan mentah-mentah

Perlu diperhatikan.

Ajakan seperti ‘segera action aja’ atau ‘gak usah kebanyakan mikir’ dalam berbisnis itu jangan ditelan mentah-mentah, bro.

Action itu sangat penting, tapi perhitungan itu tetap harus ada.

Mendirikan toko olahraga di sebelah stadium sepak bola tentunya bakal lebih berpeluang, ketimbang di sebelah rumah sakit.

Biasanya Anda jogging selama 30 menit dalam sehari.

Tapi karena suatu saat Anda benar-benar menginginkan tubuh yang ideal, maka Anda memaksakan untuk jogging selama 5 jam dalam sehari.

Kira-kira, apa yang terjadi dengan diri Anda?

Kalau sekedar pingsan rasanya sudah cukup beruntung ya. Hahaha.

Begitu juga dengan berbisnis.

Ketika kapasitas produksi Anda biasanya, katakanlah, 100 pcs per hari.

Lalu tiba-tiba ada permintaan yang mengharuskan Anda memproduksi sebanyak 1000 pcs dalam sehari.

Wah, orderan besar! Sangat menggiurkan.

Tapi modal nekat aja gak cukup.

Tentunya Anda perlu memperhitungkan gimana caranya Anda bisa memproduksi sebanyak 1000 pcs dalam sehari.

Kalau ternyata gak memungkinkan… Ya ikhlasin aja.

Toh’ banyak kesempatan lainnya yang sedang menunggu.

Nah…

Kalau situasinya seperti ini kan berarti masih menyangkut pembahasan sebelumnya, kan?

Urusan nafsu!

Hehehe.

Persamaan pebisnis dengan penjudi?

Mereka sama-sama menghadapi resiko.

Bedanya, pebisnis itu menghadapi resiko, tapi menggunakan perhitungan.

 

#5. Susah bilang ‘gak’

Filosofi jaman dulu

Sesuai dengan hukum alam, manusia adalah mahluk sosial.

Begitu juga dengan kita para generasi muda.

Rasanya… Pertemanan dan persahabatan itu hal yang paling penting.

Rasanya generasi muda itu suka menerapkan salah satu filosofi Jawa jaman dulu…

“Mangan ora mangan sing penting kumpul.”

Makan gak makan yang penting kumpul bareng-bareng.

Sebetulnya filosofi ini sangat bagus; mencerminkan apa arti gotong royong.

Tapi sekali lagi, jangan ditelan mentah-mentah, bro!

Apalagi jaman sekarang.

Dan bahayanya lagi, kalau pergaulan Anda saat ini tergolong ‘negatif’ dan menyulitkan Anda untuk maju.

Gimana caranya Anda bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses, tapi setiap saat kumpul dengan mereka yang membawa pengaruh buruk?

Sedikit-sedikit ‘minum’ lah… (biar gak haus, tapi kalau kebanyakan ntar bikin kembung)

Sebentar-sebentar dugem lah…

Selang 10 menit sekali, bakarlah itu sebatang…

Oi, bro!

Gimana caranya Anda bisa mewujudkan impian Anda menjadi seorang pengusaha sukses kalau setiap hari kegiatannya kaya gini?

Untuk itu seorang pengusaha sejati harus mampu berkata tidak.

Jangan jadi orang yang ‘gak enakan’.

Faktanya, akan lebih gak enak lagi kalau ternyata Anda sadar selama ini Anda cuma membuang-buang waktu aja.

Kehidupan fancy adalah bagi mereka yang lebih suka menghabiskan waktunya untuk ikut seminar bisnis, baca buku motivasi, ikut kegiatan positif.

Bukan bagi mereka yang suka clubbing, senang-senang dan ingin ‘terlihat’ hidup mewah.

 

#6. Pencari jalan pintas

Siapa yang lagi BU? Hehehe.

Ini masih sama kaitannya dengan poin ketiga.

Hayo ngaku…

Siapa di antara Anda yang gemar mencari jalan pintas ketika lagi berkendara, tanpa peduli dengan lingkungan sekitar?

Mau lewatin trotoar kek..

Nerobos lampu merah kek…

Belok sembarangan kek…

Mau ditilang polisi kek… #ehh

Yang penting sampai ke tempat tujuan secepat mungkin.

Bertobatlah, teman-teman.

Perbuatan seperti ini mencerminkan siapa diri Anda sebenarnya.

Yang penting hidup sukses, kan?

Dalam dunia bisnis juga masih banyak loh orang yang suka mencari jalan pintas.

Yang penting sukses, begitu katanya.

Lalu pertanyaanya adalah…

Yakin bisa sukses pakai jalan pintas, selagi yang lain harus menguras keringat dan darah terlebih dulu?

Jadi?

Nikmati aja prosesnya.

Mau hidup sukses dan bahagia seperti pengusaha lain, tapi gak mau usaha terlalu cape dan terlalu berat?

Revisi ulang yuk niat Anda untuk menjadi seorang entrepreneur. Hehehe.

 

#7. Kerja nunggu mood

Generasi ‘moodian’

Sip!

Kita sampai pada poin di mana hal ini melanda banyak korban, khususnya kaum muda yang masih ‘disuapin’ emak bapaknya.

Mereka bilang mau membantu meringankan beban orang tua.

Mereka bilang mau berusaha sendiri dan mandiri. Mencari kesuksesannya sendiri.

Tapi eh ternyata…

Ketika dilihat kehidupan sehari-harinya, mereka masih keenakan bersantai ria menikmati fasilitas dari orang tuanya.

Masih sibuk di warnet karena siang ini ada war Dota, coy!

Mereka masih suka mendahulukan hiburan, padahal tugas dan tanggung jawabnya masih numpuk di atas kepala.

Ketika ditanya kenapa, mereka bilang dengan santainya…

“Gua belom mood.”

“Gak bisa fokus di siang hari. Nanti tunggu malam baru gua kerjain. Baru bisa mikir”

BRAVO! Mari kita berikan tepuk tangan yang paling meriah untuk saudara kita yang masih seperti ini!

Waktu produktif?

Faktanya, setiap orang punya waktu produktifnya masing-masing dalam 1 hari.

Nah, ketika kita berada dalam waktu produktif ini, biasanya kita cenderung lebih semangat dan bisa mikir dalam mengerjakan suatu hal.

Kalau saya pribadi, waktu produktif saya biasanya di pagi hari jam 8-11.

Di waktu ini biasanya saya menggunakannya untuk menyelesaikan tugas-tugas yang membutuhkan peran otak lebih banyak.

Lalu dari jam 11 pagi sampai 11 malam, katakanlah seperti itu, saya tetap menggunakan waktu tersebut untuk tetap produktif dengan mengerjakan tugas-tugas yang lebih ringan dan santai.

Bukan malah santainya aja.

Begitu juga dengan Anda yang mungkin saat ini tergolong dalam generasi ‘moodian’.

Lebih baik mulai sekarang tentukan kapan waktu produktif Anda, gunakan untuk hal-hal yang bobotnya lebih berat.

Sisa waktunya? Tetap gunakan untuk mengerjakan hal lain yang bisa membantu Anda untuk meraih kesuksesan.

Masih susah dilakukan?

Kalau begitu… jadi entrepreneurnya nanti aja ya tunggu moodnya dateng. 😆

 

#8. Jiplak 100% orang lain

Bapak-bapak sukses

Wah, ternyata keinginan Anda untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses karena terinspirasi dari Bapak AW.

Atau mungkin dari Bapak BC karena kemampuan memotivasinya yang luar biasa.

Atau mungkin dari bapak-bapak lainnya yang sudah sukses, serta punya kemampuan yang hebat di bidangnya masing-masing.

Maka dari itu Anda memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis juga, sama sepertinya, dengan harapan Anda bisa mendapatkan kesuksesan sama seperti orang tersebut.

Ada di antara kita yang seperti ini?

Apapun yang mereka kerjakan harus kita ikuti 100%.

Gaya mereka bicara, hobi mereka, makanan favorit, merk hp, warna mobil, ukuran sepatu, semuanya harus kita ikuti persis.

Kalau semuanya dijiplak persis, nanti masalah istri gimana?

Waduh…

Ikuti bukan berarti jiplak 100%

Kita memang perlu mengikuti jejak orang yang lebih dulu sukses.

Selain untuk memberikan motivasi, bisa juga kita pelajari strategi yang mereka gunakan, menghindari kesalahan yang pernah mereka lakukan dulu dan sebagainya.

Tapi bukan berarti kita harus jiplak 100%, bro.

Mereka sukses karena mereka telah menguasai ‘kolam’nya masing-masing.

Kalau Anda menjiplak habis kehidupan mereka, sama saja Anda mau merebut kolam mereka, yang mana ikan-ikannya telah jinak hanya kepada mereka yang sudah sukses.

Paham ya, bro?

Berarti yang harus Anda lakukan untuk meraih kesuksesan adalah dengan menciptakan kolam Anda masing-masing.

Tau kan? Barang KW itu gak pernah lebih baik daripada yang original.

Sip? Mantaps!

 

#9. Gak bisa berkomunikasi

Si pemalu dan introvert

Yang saya maksud di sini bukan berarti gak bisa ngomong sama sekali.

Tapi lebih kepada gak bisa menyampaikan pesan kepada orang lain dengan baik.

Dulu saya termasuk orang yang enggan untuk berbicara di depan umum.

Pemalu dan introvert.

Rasanya males ketemu sama orang baru, atau males menjelaskan sesuatu karena saya berpikir, “Masa begini aja harus dijelasin sedetail mungkin? Cari tau sendiri ah.”

Apalagi kalau disuruh berbicara di depan banyak orang.

Keringet dingin, bro!

Tukang kirim pesan

Tapi nyatanya untuk menjadi seorang entrepreneur dibutuhkan kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan baik.

Kemampuan untuk menyampaikan pesan kepada orang lain.

Untuk itu buat Anda yang mungkin mengalami hal yang sama, jangan khawatir, kita semua senasib.

Bahkan mereka yang sudah lebih dulu sukses pun begitu.

Kuncinya adalah dengan memaksakan diri untuk melawan rasa malu atau males tersebut.

Lebih besar mana? Rasa malu dan introvert Anda… Atau keinginan Anda untuk jadi seorang entrepreneur sukses?

 

#10. Gengsinya jumbo

Pekerjaan sepele

Mimpinya besar, mau jadi pengusaha yang sukses.

Tapi waktunya nawarin produk secara langsung, malah ditolak karena katanya “Malu bro, itu mah kerjaannya sales.”

Waktunya untuk melayani pelanggan yang berkunjung ke toko, malah nyuruh karyawannya dengan alasan, “Biar karyawan aja yang kerjain. Udah jadi bos kok masih ngelayanin pelanggan.”

Pokoknya jadi pengusaha itu enak, tinggal kasih perintah ke karyawannya aja, semua beres!

Pekerjaan sepele itu urusan karyawan, gak level.

Nah, kalau meeting dengan partner di mall dan kafe-kafe mahal, itu baru kerjaan saya.

Dan katanya lagi…

Seorang pengusaha sukses itu harus selalu berpenampilan rapi dan menarik.

Pakailah barang-barang yang mahal dan ada merknya.

Karena kalau terlihat seadanya itu bikin malu. Gengsi deh!

Wah luar biasa sekali, bro…

Selamat!

Selamat menikmati hidup dengan gengsi yang melebihi kekayaannya Bill Gates dan Warren Buffett.

 

Sebetulnya…

Gak ada yang perlu dipermasalahkan kalau ternyata Anda gak cocok untuk menjadi seorang pengusaha.

It’s OK meskipun gak jadi seorang entrepreneur.

Atau mungkin belum saatnya aja? Siapa yang tau?

Gak usah berkecil hati.

Hal yang paling penting adalah mengetahui kemampuan Anda itu ada di mana, tau hal apa aja yang Anda suka, dan tau siapa diri Anda yang sebenarnya.

Nikmati aja segala prosesnya. Berikan usaha yang semaksimal mungkin.

Hasilnya?

Biarin Tuhan yang mengatur semuanya.

Oke, sekian dulu untuk artikel ini.

Sukses, bro! Jangan lupa klik share.


9 Comments
  • Satria Kusmanto
    Posted at 21:47h, 27 March Reply

    Njay… Artikel ini benar2 nampar sekaligus menghibur saya. Arigato bro.

  • makmur H.
    Posted at 07:04h, 28 March Reply

    saya liat digitalinbro udah lama gak post artikel baru, eh, tiba2 post artikel kaya gini. hebat!

  • maykel
    Posted at 13:21h, 28 March Reply

    keren bro artikel lu yang ini jujur gua suka banget…!

  • Nur
    Posted at 18:50h, 28 March Reply

    Saya banget tuh yang gak bisa berkomunikasi. Ternyata kakak juga sama ya, hehe kita senasib.

  • Bobby Irawan
    Posted at 22:09h, 28 March Reply

    Wkwkwkwk waktunya war dota coy! Ngakak broh. Ijin sebar dolo.

  • rustini
    Posted at 08:55h, 30 March Reply

    kesulitan saya yang paling besar saat ini itu melepaskan rasa malas. apalagi untuk promosi yang butuh ketekunan…enakx bayar orang lain utk endorse…padahal biayax cukup besar…

  • Gus Ramhad
    Posted at 12:24h, 31 March Reply

    Banyak tuh gan beredar di sosmed yg nawarin bisnis dengan penghasilan cepat. Saya curiga kalau money game.

  • sukses person
    Posted at 13:55h, 31 March Reply

    asik nih digitalinbro, gaya bahasanya keren dan gaul anak muda bangett.. Lanjutkan brohhh

  • rian
    Posted at 12:22h, 12 April Reply

    wehhehehe nemu bacaan seru. gokil!

Post A Comment