Gagal Pasang Iklan di Facebook? Ini 5 Penyebab Fatal + Bagaimana Cara Mengatasinya

Beberapa waktu lalu setelah artikel panduan pasang iklan di Facebook dipublish…

Saya sempat menerima beberapa pertanyaan langsung dari temen saya sendiri, serta email dari pembaca Digitalinbro, bahkan hingga saat ini.

Apa yang menarik?

Pertanyaan-pertanyaan yang saya terima ini punya satu kesamaan.

Pokokonya, mereka merasa gagal pasang iklan di Facebook.

Meski sudah baca panduan Facebook ads yang saya buat (dan panduan-panduan lainnya), ternyata masih ada dari kita yang mengalami kesulitan dalam memasang iklan di Facebook.

Menurut saya hal seperti ini sangat wajar dan normal.

Bahkan ada yang sudah mempraktekkan langsung, tapi hasilnya malah gak sesuai dengan harapan.

Atau mungkin Anda yang sedang baca artikel ini juga mengalami hal yang sama?

Apa ada yang kurang ketika Anda pasang iklan di Facebook, sehingga konversinya relatif gak maksimal?

Nyatanya panduan Facebook ads yang ditulis Digitalinbro sebelumnya, gak semudah apa yang Anda praktekkan secara langsung?

 

Pada artikel kali ini, saya akan memberikan beberapa alasan yang biasanya jadi penyebab umum kenapa iklan Facebook lu gagal.

Hanya garis besarnya aja, karena cara dan teknisnya sudah saya tulis dalam artikel sebelumnya.

 

 

#1. Terlalu banyak variasi dengan budget yang rendah

Saya sendiri melakukan kesalahan ini di awal bermain Facebook Ads.

Harapannya adalah untuk mendapatkan A/B test secara maksimal, tapi hasilnya?

Cukup kacau dan bisa dibilang buang-buang biaya.

Variasi ads itu maksudnya apa? Begini ilustrasinya.

Pada ilustrasi tersebut total budgetnya Rp 50,000 untuk 5 jenis ad dengan gambar yang berbeda.

Sekedar informasi, variasi ads gak hanya terletak pada gambar yang berbeda, tapi juga bisa dari faktor lainnya seperti copywriting, bahkan targeting-nya.

Dikarenakan budget hanya sebesar Rp 50,000,- maka yang terjadi adalah masing-masing ad hanya memiliki budget sebesar Rp 10,000.

Setiap iklan hanya berjalan dengan durasi 1 hari dan jangkauan potensial yang relatif minim.

Disinilah terjadi ketidakseimbangan antara budget dengan variasi ads.

 

Memang sebaiknya gimana, bro?

Menurut AdEspresso, setidaknya butuh 10000 impressions untuk mengevaluasi sebuah ads bekerja atau tidak.

Kalau ternyata ada ads yang tergolong kurang berhasil, lebih baik dimatikan aja, bro.

Atau kalau Anda mau melakukan perubahan pada ads tersebut, lebih baik buat ads baru daripada mengubah yang sudah gagal.

Karena hanya akan membingungkan pengukurannya.

 

#2. Penggunaan gambar yang kurang tepat

Bahkan menurut Jeff Bullas, post dengan foto meningkatkan engagement lebih tinggi 37%, ketimbang yang hanya berupa tulisan aja.

Artinya adalah bahwa gambar merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan Facebook ads Anda.

Facebook sendiri sudah cukup banyak memberikan tips di sini dan di sini.

 

Tapi sebagai garis besar…

Berikut hal yang harus diperhatikan dalam memilih gambar yang tepat untuk iklan Anda:

# Jaga kualitas gambar tersebut. Hindari gambar yang blur dan pecah.

# Perlihatkan senyum dan kebahagiaan.

# Gunakan tulisan yang secukupnya pada gambar. Hal ini sangat memengaruhi penyebaran iklan oleh Facebook sendiri.

 

#3. Gak punya tujuan per iklan

Hal ini masih sering disepelekan oleh banyak digital marketer.

Biasanya Anda pasang iklan di Facebook cuma mau mencapai 1 tujuan penting yaitu penjualan.

Padahal untuk mencapai penjualan gak semudah keliatannya, apalagi kalau brand Anda masih terbilang baru.

Dan kalau tujuan Anda sekedar ‘penjualan’ aja, itu masih terlalu luas.

Penjualan yang seperti apa? Untuk siapa? Apa itu penjualan dari repeat order?

 

Di beberapa artikel sebelumnya, saya sering membahas tentang cold, warm dan hot traffic.

Ini adalah salah satu cara agar iklan Facebook Anda punya tujuan yang jelas.

Contoh nyatanya adalah ketika saya mau memasarkan fanspage Digitalinbro, saya membagi beberapa iklan sesuai dengan ‘traffic-nya’.

Iklan cold traffic yaitu untuk orang-orang yang belum pernah mendengar sama sekali apa itu Digitalinbro.

Isi iklannya?

Ya pengenalan bahwa Digitalinbro adalah tempat belajar bisnis dan digital marketing untuk pengusaha muda.

 

Sedangkan iklan hot traffic yakni sebaliknya.

Ditujukan bagi orang yang sudah mengenal Digitalinbro dan menjadi bagian di dalamnya.

Tujuan dari iklan hot traffic ini adalah agar mereka semakin meningkatkan engagement, seperti menarik email leads atau meningkatkan jumlah share.

gagal pasang iklan di facebook

Biar semakin mudah dalam menentukan tujuan iklan, kita bisa menyertakan call-to-action (CTA) pada setiap iklan.

Seperti minta audiens secara jelas untuk download, klik like dan share, belanja sekarang dan sebagainya.

 

#4. Salah targeting

Entah kenapa seolah-olah masalah targeting dalam Facebook ads ini gak ada habisnya.

Hal yang butuh perhatian lebih, juga sangat penting untuk menghasilkan iklan Facebook yang berhasil.

Sebenarnya, secara keseluruhan tentang targeting sudah saya tulis dalam artikel berikut, seperti; jangan membuat potential reach terlalu luas dan sebagainya.

Tapi ada hal lain yang harus diperhatikan.

Perhatikan apakah iklan yang Anda buat itu sudah benar-benar tertuju pada audiens yang membutuhkan?

Hal ini bisa diukur lewat relevance score pada Facebook Ads Manager.

Relevance score tersebut akan menunjukkan dari angka 1 hingga 10.

Semakin besar angka yang kita dapat, maka semakin tepat pula antara target audience yang dituju dengan isi iklan yang dibuat.

Menurut pengalaman saya pribadi, untuk mendapatkan targeting yang tepat, ada baiknya Anda memanfaatkan fitur custom audiences.

Khususnya bagian website traffic, dimana Facebook akan otomatis menyampaikan iklan Anda kepada orang-orang yang telah mengunjungi website kita sebelumnya.

 

#5. Copywriting yang kurang tepat

Meskipun pada poin sebelumnya dijelaskan kalau gambar memiliki peran yang lebih penting ketimbang tulisan, bukan berarti tulisan atau text dalam iklan harus Anda abaikan.

Gambar ini salah satu contoh dari kehebatan teknik copywriting.

Bahkan gua sendiri dapat foto iklan ini karena banyak akun di media sosial yang menyebarnya, berkat teknik copywriting yang maknyus dan nyeleneh.

Percuma kan kalau iklan tersebut cuma menunjukkan gambar (kartu merah) tanpa ada headline yang menarik perhatian?

Begitu juga kalau Anda pasang iklan di Facebook. Berikut contohnya. (Beberapa bagian foto sengaja disensor)

Kalau menurut Anda sendiri, dari gambar tersebut, copywriting mana yang lebih baik? A atau B?

Bagi saya pribadi, copywriting B jauh lebih baik dibanding copywriting A yang seolah-olah sedang menulis keyword atau tag.

 

Untuk menguasai teknik copywriting sebenarnya cukup sederhana.

#1. Perhatikan dulu bagaimana karakteristik dari brand Anda. Apakah itu ceria, elegan, gaul, atau sebagainya?

#2. Buatlah setiap copywriting seolah-olah Anda sedang berbicara hanya dengan 1 audiens. Jangan lupa gunakan cara penyampaian sesuai karakteristik brand yang sudah ditentukan tadi.

#3. Pelajari teknik copywriting lainnya di artikel 24 Tips Jago Membuat Kata – Kata Promosi.

 


Iklan Facebook Anda juga termasuk kurang berhasil? Mau tanya-tanya lebih lanjut?

Silahkan kirimkan pertanyaannya lewat kolom komentar di bawah ya 🙂

 

2 Comments
  • Nidia eka Putri
    Posted at 10:08h, 06 October Reply

    Pago Mz, mau tanya donk aku ngiklan di fb ads, udah ngebet 3 iklan baris tapi semua masih dalam masa ini review, nah giliran pas aku promote page 15 menit langsung approve, jadi bingung ini saya baiknya gimana.

    • Rheza
      Posted at 11:19h, 10 October Reply

      Ditunggu aja mbak. Review memang tergantung pihak FB-nya, tergantung beberapa faktor termasuk konten iklannya.

Post A Comment