5 Kesalahan Yang Masih Dilakukan Supplier. Begini Caranya Menjadi Supplier Sukses!

Berawal dari rasa kangen (baca: keisengan) saya dengan ‘perjuangan mencari supplier online’.

Maka beberapa minggu yang lalu semenjak artikel ini pertama kali dipublish, saya memposisikan diri sebagai dropshipper yang ‘akan’ menjual suatu produk.

Dan akhirnya pilihan saya jatuh kepada jaket pria murah.

Maka dari itu, saya mulai mencari supplier online, ini yang saya nantikan. 😀

Saya mencari mereka para supplier lewat search engine dan beberapa website seperti Kaskus, Tokopedia, Bukalapak, Instagram dan Facebook.

Singkat cerita …

Akhirnya saya nemu 11 kandidat supplier yang langsung saya kontak saat itu juga.

Dari kesebelas supplier ini merespon cukup baik untuk menerima reseller dan dropshipper.

Sayangnya, saya memutuskan untuk mengeliminasi semua supplier ini setelah dilakukan pendekatan lebih lanjut.

Penyebabnya karena masih dilakukannya beberapa ‘kesalahan besar, fatal, namun terlihat sederhana, serta itu-itu aja’ yang seharusnya gak dilakukan.

Bahkan dari beberapa tahun yang lalu saat saya mendirikan online shop, ternyata kesalahan-kesalahan ini masih tumbuh subur di antara supplier online Indonesia dalam merekrut reseller dan drosphipper.

 

Apa itu Supplier Online?

Perlu diketahui sebelumnya kalau ‘supplier online’ di sini bukan sekedar manufacturer atau orang yang memproduksi barang.

Tetapi juga distributor (wholesaler) yang punya banyak stok produk agar bisa dijual lagi ke pedagang eceran (retailer/reseller/drop-shipper).

Nah, dalam artikel ini saya akan membahas bagaimana para supplier online yang masih melakukan kesalahan dalam memperlakukan distributor ‘kecil’nya (reseller dan drop-shipper).

Jadi artikel ini sangat disarankan buat Anda yang saat ini ingin melebarkan sayap bisnis dengan mencari reseller lewat internet.

Sedangkan buat Anda yang saat ini masih menjadi reseller atau drop-shipper, tetap baca artikel singkat ini biar tepat dalam memilih supplier, serta mempersiapkan diri saat menjadi supplier kelak.

 

Berikut 5 kesalahan besar yang masih sering dilakukan oleh para supplier online di Indonesia:

 

1. Foto produk ala-kadarnya

Kesalahan miris nomor wahid, yang masih bisa dijumpai dari banyak supplier online Indonesia adalah foto produk yang ‘semaunya sendiri’.

FOTO DENGAN TULISAN BERLEBIHAN

Mungkin foto produk gak terlalu penting buat Anda yang sudah punya banyak penyalur setia.

Mau sejelek apapun hasil foto Anda, mereka tetap order dan nantinya (mungkin) mereka akan foto ulang produk tersebut.

Tapi gimana nasibnya untuk para dropshipper yang ‘cuma’ modal pemasaran online dan gak pegang produk secara langsung?

Ya, produk Anda bisa laku dengan foto alakadarnya karena yang beli adalah pedagang yang berani stok lagi, yang mana mereka sudah tau kualitas produk tersebut.

Sedangkan bagi dropshipper, mereka memasarkan langsung kepada konsumen.

Dalam memutuskan suatu pembelian secara online, para konsumen dipengaruhi besar oleh apa yang mereka lihat.

Atau mungkin juga buat para reseller yang gak jago dalam fotografi produk, tapi unggul dalam pemasaran.

Keunggulannya menjadi gak maksimal kalau gak difasilitasi dengan foto produk yang bisa bikin konsumen naksir.

Biar lebih spesifik, foto ala-kadarnya itu adalah foto yang:

  • Kualitas gambarnya pecah karena resolusinya kecil.
  • Kualitas fotonya kurang ‘wah’. Entah dari pencahayaan, warna, latar belakang dan sebagainya.
  • Pengambilan gambarnya cuma diambil dari 1 angle setiap produk.
  • Penuh dengan tulisan deskripsi, logo, watermark.

Saya menemukan 4 dari 11 supplier masih menggunakan watermark brand miliknya yang ditaruh semaunya, serta hampir semua (11) supplier jaket tersebut menggunakan foto 1 angle untuk 1 produk.

cara menjadi supplier

Bahkan lebih parahnya lagi, para reseller maupun dropshipper disuruh menggunakan foto produk yang terdapat tulisan websitenya supplier.

Hal ini bakal memunculkan kemungkinan pelanggan untuk mengunjungi website tersebut, lalu melakukan pembelian dari supplier, bukan dari dropshipper atau reseller.

Bukan jadi masalah kalau Anda memberikan tulisan berisi website pada foto produk, selama di website tersebut Anda gak menerima order dari customer milik rdropshipper.

Jadi website hanya sebatas foto katalog aja misalnya.

Artinya Anda gak asal ‘seruduk’ customer dan ngambil jatah para reseller.

 

2. Pelayanan mau gak mau

Katakanlah saat ini bisnis Anda berkembang pesat, setiap hari kebanjiran order baik dari reseller maupun customer langsung.

Karena perkembangan tersebut, otomatis waktu Anda menjadi sangat terbatas, khususnya dalam perekrutan reseller baru.

Pertanyaannya, apa yang Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini?

#1. Meski sibuk, layanin pendaftaran reseller seorang diri biar bisnis makin berkembang. Proses pendaftaran gak masalah sedikit lebih lama dan seadanya, yang penting tetap buka pendaftaran reseller.

#2. Tetap buka pendaftaran reseller, tapi karena jadwal yang sibuk, maka Anda mendelegasikan tugas merekrut reseller kepada orang lain biar hasilnya tetap optimal.

Sayangnya, saya menyadari masih banyak supplier online yang memilih opsi pertama.

Padahal, ketika Anda mampu menerima para reseller dengan baik, artinya Anda membuka peluang emas dengan masing-masing reseller.

Hal ini dikarenakan Anda memberikan kesan ‘ayo kita kerjasama’, bukan ‘nih jualin produk gua, kalau laku ya bagus’.

Sehingga nantinya Anda hanya menjaring reseller yang berkualitas, bukan secara kuantitas yang hasilnya 0 besar.

 

3. Gak ngasih harga khusus

Gimana caranya para reseller atau dropshipper ngambil keuntungan ketika harga produk yang Anda tawarkan ke mereka itu sama dengan harga ke customer?

Dengan menaikkan harga jual? Bisa jadi.

Pertanyaan selanjutnya, kenapa customer harus beli dari reseller dan dropshipper Anda dengan harga yang lebih tinggi, sedangkan ada Anda (supplier) yang bisa kasih harga lebih murah?

Atau sederhananya, kenapa Anda membutuhkan reseller kalau semua customer mereka itu Anda yang ambil?

Dengan memberikan harga khusus untuk reseller dan dropshipper, Anda gak cuma sekedar ‘berbagi’ dengan mereka, tapi juga memudahkan mereka untuk menjual produk-produk Anda.

Toh akhirnya Anda juga yang mendapatkan untung.

Dari kesebelas supplier jaket yang saya tanya, masih banyak dari mereka yang gak memberikan harga khusus untuk reseller, khususnya bagi dropshipper.

Jadi satu-satunya cara saya mendapatkan untung dari sistem dropship adalah dengan menaikkan harga jual.

Di mana nantinya saya bakal bersaing dengan supplier saya sendiri yang bisa memberikan harga lebih murah, serta sudah punya banyak feedback positif. Lucu sekali.

 

 

4. Sistem dan ketentuan yang berantakan

Boro-boro berantakan, bahkan masih banyak supplier yang gak punya sistem untuk ‘kaki-tangannya’ sama sekali.

Ya, salah satunya adalah para supplier yang menganggap reseller dan dropshipper sama sebagai customer.

Sistem yang dimaksud bertujuan agar mempermudah kinerja supplier dalam mendistribusikan produk, dengan para reseller dan dropshippernya.

Mulai dari perekrutan, sampai reseller yang mau mengajukan retur bisa diatasi dengan mudah, tentunya berkat penggunaan sistem tersebut.

Khususnya buat Anda supplier yang memproduksi barang sendiri (manufacturer).

Menurut Jouni, Huiskonen dan Pirttila (2011), dengan sistem manajemen yang terintegrasi dari manufacturer, akan membuat peningkatan terhadap pelayanan bagi ‘kaki-tangan’, serta manajemen persediaan (stok) produk yang lebih baik lagi.

Dulu …

Ketika saya masih berstatus reseller dan memiliki online shop, saya menggunakan Google Form untuk merekrut dropshipper baru.

Sistem sederhana ini tentunya mempermudah saya dan mereka yang mau mendaftar.

Udah gitu, hasilnya juga menjadi lebih baik karena tersimpan secara otomatis.

Begitu juga sistem untuk membagikan ‘reseller kit’ atau panduan menjadi reseller, termasuk foto katalog secara lengkap dan bisa didownload dengan mudah.

Jangan contoh supplier kaya gini …

Sistem berantakan supplier online

“Nice! Lu pikir semua orang tau caranya download foto dari Instagram?”

Meskipun berhasil ambil foto di Instagram, apakah kualitas foto tersebut ‘layak’ disebar di media lain yang mana membutuhkan resolusi besar?

Selanjutnya …

Sebagai supplier juga disarankan untuk memberikan ketentuan kepada reseller maupun dropshipper agar menetapkan harga jual.

Sehingga mereka gak menjual produk dengan harga dibawah rata-rata, yang nantinya malah merusak harga pasaran serta menurunkan nilai produk yang Anda jual.

Last but not least, berikan ketentuan dalam memberikan harga khusus bagi reseller dan dropshipper.

Misalnya minimal order ke 5 atau 5 barang baru mendapatkan harga khusus.

Sehingga gak ada orang yang ‘pura-pura’ jadi dropshipper biar bisa beli dengan harga khusus.

 

5. Menganggap reseller dan dropshipper cuma sebagai ‘bawahan’

Hal ini adalah hal yang paling miris dan sudah selayaknya punah dari pemikiran para supplier.

Tapi sayangnya hal ini masih bisa ditemuin dari beberapa supplier, khususnya di Indonesia.

Mereka (supplier) merasa bahwa para reseller dan dropshipper lah yang sangat membutuhkan supplier.

Sehingga mereka memperlakukan para reseller dengan seadanya.

Padahal, menurut studi yang dilakukan oleh Eggert, Henseller & Hollmann (2012) dan Wagner & Buko (2005), distributor (reseller & dropshipper) dan manufacturer (supplier) yang gak saling berbagi ilmu lebih memiliki kesulitan dalam menghadapi permintaan dan ekspektasi customer.

Gimana caranya para supplier dengan reseller di Indonesia bisa saling berbagi ilmu dalam ‘menaklukan’ customer, kalau diantaranya masih terdapat jarak ‘atasan-bawahan’.

Terlebih kepada supplier yang memproduksi barang (manufacturer), sifatnya penting dalam mengumpulkan informasi dan pengetahuan dari reseller tentang permintaan customer.

Sehingga supplier bisa membuat produk yang benar-benar memenuhi permintaan tersebut.

Begitu juga reseller yang membutuhkan pengetahuan dari supplier mengenai informasi seputar produk, pelayanan maupun kebijakan yang berlaku (Frazier, 2009).

Sederhananya, sangat penting bagi Anda para supplier untuk menjalin hubungan dan kerjasama lebih dalam dengan reseller maupun dropshipper.

Bahkan sekarang sudah banyak para supplier online yang gak cuma nyediain produk, tapi juga tips dan trik jualan online kepada resellernya.

 


Menurut Anda, apa aja yang harus dimiliki oleh para supplier dalam membangun hubungan dengan resellernya?

Saya tunggu jawaban Anda di kolom komentar!

Terima kasih untuk klik 1 share artikel ini yang sangat berarti untuk website Digitalinbro.com 🙂

GABUNG-BRO+

3 Comments
  • penjoeal kaos polos
    Posted at 23:02h, 15 February Reply

    pengalaman gw banget nih. dulu dianggap remeh sama supplier. sekarang mereka yg mohon2 orderan.

    • Rheza
      Posted at 23:47h, 15 February Reply

      Hahaha. Wajar kok yang kaya gitu, bro.

  • rhobi cahyadi
    Posted at 00:36h, 19 October Reply

    sediakan website khusus reseller.dan hanya bisa diakses oleh para reseller untuk menjadi acuan penentuan harga jual dan mendapatkan informasi harga beli..salam horma dari http://www.grosirknalpot.com

Post A Comment