Konsep “Liking”: 5 Cara Agar Brand Disukai Oleh Pelanggan

Tau gak bro, kenapa kalau brand-brand otomotif itu sering memamerkan produk mobilnya diiringi sama wanita cantik dan sexy?

Pameran mobil dan model cantik
Sumber: kompas.com

Memang apa sih hubungannya wanita sexy dengan jualan mobil?

Faktanya, tujuan dari penggunaan wanita cantik sexy ini adalah menyesuaikan dengan target market yang mau dituju, yaitu laki-laki.

Karena menurut Dr. Cialdini menjelaskan kalau kita itu lebih suka memenuhi permintaan dari orang yang kita suka.

Salah satunya ya wanita sexy yang menawarkan mobil mewah (bagi laki-laki).

Begitu juga kalau cowok lagi PDKT sama cewek.

Biasanya si cowok cenderung memenuhi hampir seluruh permintaannya si cewek. Betul begitu? 😀

Dalam artikel ini, saya akan memberikan tips-tips bagaimana caranya agar brand Anda disukai oleh masyarakat.

(Konsep atau prinsip Liking dalam artikel ini sepenuhnya berdasarkan teori milik Dr. Cialdini)

robert-cialdini-head

#1. Physical Attractiveness

Penelitian menunjukkan kalau kita cenderung menyukai orang-orang yang memiliki penampilan menarik.

Termasuk orang yang memiliki kecerdasan tinggi, baik hatinya, jujur, dan sifat-sifat lainnya.

Penerapan dalam bisnis offline itu biasanya lebih cenderung ke arah desain bisnis tersebut, seperti nuansa interior sebuah restoran.

Sedangkan kalau dalam bisnis online desain secara fisik cenderung ke desain website, akun media sosial, maupun foto-foto produk.

Tapi di samping itu, jangan lupakan juga pelayanan yang ramah dan friendly bagi sebuah restoran misalnya (bisnis offline).

Atau juga user experience seperti kecepatan dan fungsional website bagi bisnis online, sehingga pelanggan bakal betah berlama-lama mengakses website Anda.

Untuk membuat website yang canggih baik dari segi desain maupun fungsinya, biasanya kita harus mengeluarkan biaya yang tinggi.

Tapi saat ini sudah banyak kok penyedia jasa pembuatan website berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau.

Beberapa contohnya seperti jejualan.com atau jarvis-store.com.

 

Begitu juga dengan foto produk di media online.

Seperti yang saya tulis pada artikel berbisnis lewat Instagram untuk menghasilkan foto produk yang terlihat profesional.

Saat ini sudah mulai banyak penyedia jasa fotografi produk menawarkan harga yang sangat terjangkau.

Foto yang terlihat profesional gak hanya bisa menarik perhatian calon pelanggan, tapi juga meyakinkan mereka terhadap brand Anda.

screen-shot-2016-11-28-at-10-12-45

Contoh lainnya seperti yang dilakukan oleh Forbes dalam melakukan studi kasus bernama PetRelocation.com.

Jadi perusahaan ini membantu pelanggannya untuk memindahkan hewan peliharaan mereka antar negara.

Ada bagian dalam websitenya menunjukkan kalau mereka memiliki tim profesional.

Uniknya, tim ini ditunjukkan dengan foto-foto karyawannya.

Ditambah deskripsi singkat seputar kehidupan karyawan tersebut, seperti tempat tinggal, hobi mereka, dan sebagainya.

petrelocation.comTampilan fisik seperti inilah yang membuat mereka mampu menunjukkan kalau brand PetRelocation itu adalah brand yang bersahabat dan meyakinkan.

 

#2. Similarity

Pernah dengar pernyataan ini, “We like people who are similar to us.”?

Nyatanya, pada prinsip kedua, cara agar brand disukai oleh pelanggan adalah dengan membuat brand Anda serupa dengan para pelanggan yang mau Anda tuju.

Itulah kenapa pentingnya sebuah bisnis dalam menentukan buyer personanya masing-masing.

Pembahasan buyer persona sudah saya tulis pada artikel menemukan diferensiasi bisnis.

Sederhananya, untuk menawarkan suatu produk tentunya Anda harus tau siapa yang akan membeli dan menggunakan produk ini. Itulah buyer persona.

Gak hanya terbatas dari segi demografi dan geografi.

Tapi juga pada unsur yang lebih mendalam seperti motivasi mereka dalam melakukan pembelian, hobi, gaya hidup atau bahkan budaya masing-masing.

Di samping itu, masih berhubungan dengan contoh sebelumnya yakni PetRelocation.

Saat ini masyarakat cenderung menginginkan brand yang mampu menawarkan sifat bersahabat, daripada brand yang ‘dingin’ dan menjawab pertanyaan pelanggan seperlunya.

Pernyataan kaya gini juga didukung oleh pakar marketing, Hermawan Kartajaya, dalam bukunya “Indonesia WOW Markplus WOW We Are WOW”.

Intinya, brand yang mampu terlihat lebih manusiawi (membangkitkan human spirit) dan berlaku seolah-olah mereka adalah teman dari pelanggan, adalah brand yang mampu memenangkan persaingan pasar saat ini.

 

2 poin sederhana untuk menunjukkan bahwa brand Anda serupa dengan target market yang dituju:

#1. Buatlah karakteristik brand yang sesuai dengan buyer persona.

#2. Bangkitkan human spirit pada brand dengan cara memberikan pelayanan yang dahsyat.

 

Salah satu contohnya adalah brand Brodo, dengan pengakuan dari salah satu CS di websitenya.

 

#3. Compliment

Konsep liking selanjutnya adalah dengan membuat brand kita memiliki ‘suara’.

Kalau pada poin sebelumnya agar brand mampu membangkitkan human spirit yaitu dengan menampilkan kesamaan yang cenderung lewat visual, pada poin ini kita mau membangkitkan human spirit lewat perilaku Anda dalam melayani pelanggan.

Agar mampu melayani pelanggan dengan maksimal, sebelumnya brand Anda harus memantapkan dulu karakteristiknya, bagaimana brand Anda berhadapan dengan pelanggan.

Di bagian ini juga termasuk dalam menentukan positioning bisnis.

Apakah Anda menginginkan masyarakat menganggap bahwa brand Anda termasuk brand yang high class dan elegan?

Atau mungkin brand yang gaul dan kekinian?

heyho store

Atau brand yang penuh dengan keceriaan dan girly?

Setelah menentukan karakteristik brand dan positioning, sekarang Anda jalin relasi lebih dalam lagi dengan masyarakat.

Salah satu cara paling keren efektif adalah dengan membuat mereka merasa spesial.

Kumpulkan UGC dari audiens dan tunjukkan kepada audiens lainnya lewat media sosial. Seperti yang dilakukan oleh @streetkekinian.

streetkekinian

 

#4. Contact & Cooperation

Kita cenderung lebih menyukai hal-hal yang sifatnya terlihat akrab (familiar) dengan diri kita sendiri.

Begitu juga dengan suatu brand atau bisnis.

Agar audiens lebih mencintai brand Anda, maka buatlah brand Anda terasa familiar dengan mereka.

Salah satu cara dalam bagian ini adalah dengan menunjukkan bahwa brand Anda bukan cuma sekedar menjual barang atau jasa, tapi juga brand yang stand for something.

Gimana perasaannya ketika Anda bertemu dengan orang yang memiliki tujuan atau visi yang sama dengan diri Anda, di antara orang-orang yang berbeda?

Mungkin sedikit banyak Anda lebih cenderung memilih untuk dekat dan respect dengan orang yang memiliki kesamaan (similarity) dan familiar dengan diri Anda.

Tunjukkan bahwa brand Anda memiliki tujuan, yang mana membutuhkan peran dari audiens untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Dengan cara inilah masyarakat mau bekerja sama dengan brand Anda.

Salah satu contohnya seperti apa yang dilakukan oleh brand-brand seperti Toms, Apple dan sebagainya.

loyalitas pelanggan

#5. Conditioning and Association

Terakhir, cara agar brand disukai oleh pelanggan adalah dengan menghubungkan brand Anda dengan sesuatu yang disukai oleh pelanggan tersebut terlebih dulu.

Salah satu contohnya, penjualan mobil yang diiringi dengan wanita cantik dan sexy.

Seperti apa yang saya sebutkan di awal artikel ini.

Penggunaan wanita cantik dan sexy bisa digantikan dengan model lain yang disukai oleh audiens.

Misalnya seperti James Bond yang menggunakan mobil Aston Martin.

james bond aston martinSumber: Pursuitist.com

Mungkin sulit buat kita para pelaku bisnis kecil-menengah untuk menyewa orang seperti James Bond untuk memamerkan produk kita.

Inti dari poin ini adalah asosiasikan brand Anda dengan sesuatu yang disukai atau mirip dengan para pelanggan Anda.

Maka alternatif lainnya adalah dengan menggunakan model lain yang bahkan gak perlu tenar terlebih dulu.

Syaratnya adalah mampu memberikan gambaran dari apa yang mau Anda tuju.

Contohnya seperti brand Engine Nerd yang mengasosiasikan produk jeansnya dengan pria bermotor khas touring atau club motor.

engine nerd

Dengan ini calon pelanggan yang melihat, khususnya mereka yang suka dengan touring, akan yakin untuk urusan touring, maka jeans Engine Nerd mungkin jadi jawabannya.

 

GABUNG-BRO+

 

 

Designed by Teksomolika / Freepik

2 Comments
  • Maulana Dewa
    Posted at 12:07h, 16 December Reply

    Ini yang seru, belajar teori diikuti dengan contoh konkritnya. Salut!

  • Dimas Nugaraha
    Posted at 23:09h, 15 January Reply

    Dapet ilmu baru lagi nih. Siap dipraktekin dah bro.

Post A Comment